XYHT_-pYZnRrkHEO8HJ84WER1qU Fenomena Aneh tentang Pikiran | dhimaz of pangeran-kancil
Adsense Link 728 X 15;

Fenomena Aneh tentang Pikiran

Posted by dhimas agung haryadi 2011-02-19 0 komentar
Adsense Content. recommended 336 X 300
Sobat sekalian pasti tak asing lagi dengan istilah de javu.....lagunya beyonce yang keren....hahahahha just kidd.
Déjà Vu, salah satu misteri fenomena aneh pikiran ini mungkin sudah banyak yang mengetahuinya. Keadaan dimana seseorang mengalami sebuah peristiwa dengan situasi yang baru namun seakan - akan kejadian tersebut pernah terjadi pada kehidupannya sebelumnya itu, mungkin pernah dirasakan banyak orang bahkan juga anda.
Dan ternyata fenomena tentang pikiran tidak hanya de javu saja, berikut fenomena pikiran lainnya :

 Déjà Vécu
Fenomena ini mungkin bisa dibilang berada satu tingkat setelah fenomena Déjà Vu. Déjà Vécu (Vécu dibaca Vay-koo) adalah pengalaman kebanyakan orang dimana mereka berpikir bahwa mereka telah mengalami Déjà Vu. Perbedaannya dengan Déjà Vu adalah orang yang mengalami Déjà Vécu biasanya bukan hanya seperti pernah melihatnya saja, namun juga lebih mendetil seperti mengenali bau atau suara. Hal ini biasa juga dibarengi dengan perasaan yang sangat kuat untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.

Déjà Visité
Déjà Visité adalah sebuah pengalaman yang kurang umum dan juga melibatkan pengetahuan yang aneh terhadap sebuah tempat baru. Contoh fenomena ini adalah anda telah menghafal jalan atau mungkin pemandangan sekitar sebuah kota yang sebenarnya baru pertama kali anda datangi, lalu anda akan merasa aneh dengan pengetahuan anda tersebut. Nathaniel Hawthorne dalam bukunya yang berjudul "our old home" pernah menulis pengalamannya mengalami fenomena ini disebuah kastil dimana pada saat itu ia telah menghafal keseluruhan tata letak tempat tersebut padahal itu pertama kalinya dia mengunjungi tempat tersebut.
Déjà Senti
Anda pernah mengalami sebuah kejadian dimana anda merasa bahwa seperti sedang mengucapkan sesuatu namun sebenarnya anda menyadari bahwa anda baru saja tidak mengatakan sepatah katapun? Kalau misalnya pernah, fenomena tersebut adalah Déjà Senti. Kejadian ini dikelompokkan kedalam fenomena yang eksklusif dimana orang - orang yang pernah merasakannya kebanyakan tidak bisa menyimpan memori tentang peristiwa tersebut.
Jamais Vu
Chris Moulin
Chris Moulin, seorang dokter dan dosen dari Leeds University, pada sebuah International Conference of Memory di Sydney beberapa waktu yang lalu melakukan uji-coba terhadap 92 relawan. Dia menyuruh mereka untuk menulis kata "Door" 30 kali dalam semenit.. Alhasil, 68 persen dari para relawan mulai ragu apakah kata "Door" adalah kata yang nyata atau bukan. Dr. Moulin percaya bahwa hal tersebut akibat kelelahan otak yang juga memiliki gejala yang sama dengan pengidap Skizofrenia. Dan fenomena tersebut adalah Jamais Vu. Fenomena sering disebut sebagai kebalikan dari Déjà Vu, karna Jamais Vu adalah Fenomena dimana seseorang sebenarnya akrab dengan sebuah situasi namun dia (seperti) tidak mengetahui hal tersebut. Sederhananya, peristiwa ini adalah ketika seseorang dalam sesaat tidak mengenali kata, orang atau tempat yang sebenarnya sangat mereka ketahui.

Presque Vu

Presque Vu adalah fenomena dimana seseorang yang mengetahui suatu hal didalam pikirannya namun tidak bisa langsung diungkapkan. Kejadian ini juga sering disebut dengan Tip of Tongue atau disingkat TOT (atau Tot). TOT menyangkut memori pikiran manusia yang sebenarnya sangat akrab dengan sebuah kata atau nama namun pada saat ingin mengucapkannya tiba - tiba mendadak tidak mampu untuk mengucapkannya karna nama / kata tersebut seakan mengambang  diatas pikiran kita dan telah berada diujung lidah kita, namun tetap saja kata tersebut sangat sulit untuk diucapkan. Fenomena pikiran aneh ini sangat menyebalkan dan bahkan ketika mengalaminya, rasanya sampai harus memaki - maki dan bahkan berguling - guling dilantai karna gemes dengan kata yang sebenarnya sudah berada diujung lidah api tidak bisa diungkapkan.

L’esprit de l’Escalier
Fenomena ini juga cukup menggemaskan bagi orang yang mengalaminya. L’esprit de l’Escalier adalah sebuah pikiran pandai seseorang yang terlambat disampaikannya pada saat tertentu (teutama pada saat dibutuhkan). Bisa dicontohkan dimana seseorang yang sedang melakukan debat dengan orang lain, namun pada saat debat berlangsung, orang tersebut tidak mengatakan satu katapun (karna mengalami fenomena L’esprit de l’Escalier) yang setelah lawan debatnya tersebut pergi, pikiran atau balasan cerdas baru terlintas didalam otaknya. Biasanya orang yang mengalami fenomena tersebut akan mengalami penyesalan karna dia mengetahui bahwa dia sebenarnya bisa melakukannya / menjawabnya. Fenomena ini biasa juga diistilahkan sebagai Starcase wit (Tangga kecerdasan).

Capgras Delusion
Fenomena ini adalah lebih mirip diaktakan sebagai sebuah khayalan seseorang dimana dia percaya bahwa salah satu orang terdekatnya baik itu teman, pacar, kekasih maupun keluarganya telah menjadi (atau diambil alih tubuhnya) oleh orang asing / penipu. Bahkan beberapa kasus, orang yang mengalaminya seperti menganggap tubuh seorang kerabatnya diambil oleh salah satu mahluk asing (Alien) tanpa alasan yang jelas. Khayalan ini paling umum pada orang dengan skizofrenia, namun bisa juga pada keadaan yang lain.
Fregoli Delusion

Fregoli Delusion adalah salah satu fenomena otak yang sangat langka. Orang yang mengalami peristiwa ini biasanya juga disebut sebagai paranoid. Hal itu terjadi karna Fregoli Delusion adalah dimana seseorang sangat mempercayai  bahwa beberapa orang yang dia kenal adalah satu orang yang pandai merubah penampilannya (a.k.a jago nyamar).Istilah Fregoli sendiri diambil dari nama seorang aktor yang berasal dari Italia, yaitu Leopoldo Fregoli yang terkenal karna kemampuannya yang bisa mengganti penampilannya secara cepat dalam aksi panggungnya.
Prosopagnosia

Dan yang terakhir adalah Propagnosia. Fenomena ini dimana seseorang tidak mampu mengenal seseorang / sebuah benda yang sebenarnya mereka kenal / ketahui. Biasanya orang yang mengidap Prosopagnasia menggunakan cara lain untuk mengenali orang tersebut, misalnya mencoba mengenali bau parfumnya, gaya bicara atau mungkin cara berjalan. Kisah yang dituangkan dalam buku yang berjudul "The Man who mistook his wife for a Hat" karya Michael Nyman (1998) adalah salah satu contoh yang terkenal dari fenomena ini.
Sumber


Adsense Content. bottom of article